Ada Peran Sergio Van Dijk dalam Bergabungnya Bruce Djite ke PSM
Rajadewabet - Keputusan Bruce Djite bergabung ke PSM Makassar
rupanya turut dipengaruhi oleh pemain naturalisasi timnas Indonesia,
Sergio Van Dijk. Begini kisahnya.
Menurut Djite, sebelum
memutuskan gabung PSM ia sudah menggali informasi mengenai sepakbola
Indonesia secara umum dan Juku Eja secara khusus dari Van Dijk.
Van
Dijk, yang kini bernaung di bawah Persib Bandung, bukan cuma pernah
satu klub dengan Djite di Adelaide United periode 2011-2012. Mereka
rupanya juga berteman baik.
"Dia (Van Dijk) adalah teman terbaik saya di sepakbola dan sebelum
datang ke Makassar saya berbicara sama dia, saya berbicara spesifik
tentang Makassar, dan responsnya sangat bagus hingga membantu saya
membuat keputusan," ujar Djite dalam sesi jumpa pers di Hotel Aryaduta,
Makassar, Rabu (03/01/2018).
Selain Van Dijk, Djite menyebut pelatih dan CEO PSM juga memainkan peranan besar sampai ia akhirnya bulat memilih untuk bermain di PSM dan merumput di Liga 1 2018.
"Saya berbicara dengan pelatih (Robert Alberts), dia meyakinkan saya datang ke sini. Dan di Bulan November saya terbang ke Makassar, CEO (Munafri Arifuddin) menemani saya, dan klub menunjukkan komitmennya hingga saya bulatkan keputusan bergabung," ucapnya.
Striker 30 tahun yang punya sembilan caps dengan timnas Australia itu mengaku paham betul dengan ekspektasi besar dari manajemen dan suporter PSM. Ia pun menegaskan kesiapan menghadapi segala tantangan di liga Indonesia.
"Saya tekankan saya selalu siap bermain di liga liga keras, saya pernah main di Turki, China, dan Korea. Pertama-tama saya harus mengetahui nama-nama teman saya di PSM. Saya harus kembalikan kebugaran, agar menunjang proses adapatasi di sini," ucap Djite.
Selain Van Dijk, Djite menyebut pelatih dan CEO PSM juga memainkan peranan besar sampai ia akhirnya bulat memilih untuk bermain di PSM dan merumput di Liga 1 2018.
"Saya berbicara dengan pelatih (Robert Alberts), dia meyakinkan saya datang ke sini. Dan di Bulan November saya terbang ke Makassar, CEO (Munafri Arifuddin) menemani saya, dan klub menunjukkan komitmennya hingga saya bulatkan keputusan bergabung," ucapnya.
Striker 30 tahun yang punya sembilan caps dengan timnas Australia itu mengaku paham betul dengan ekspektasi besar dari manajemen dan suporter PSM. Ia pun menegaskan kesiapan menghadapi segala tantangan di liga Indonesia.
"Saya tekankan saya selalu siap bermain di liga liga keras, saya pernah main di Turki, China, dan Korea. Pertama-tama saya harus mengetahui nama-nama teman saya di PSM. Saya harus kembalikan kebugaran, agar menunjang proses adapatasi di sini," ucap Djite.
